You are currently browsing the monthly archive for April, 2008.
Seorang pria pulang kantor terlambat,
dalam keadaan lelah dan penat, saat menemukan anak lelakinya yang
berumur 5 tahun menyambutnya di depan pintu.
“Ayah, boleh akutanyakan satu hal?”
“Tentu, ada apa?”
“Ayah, berapa rupiah ayah peroleh
tiap jamnya?”
“Itu bukan urusanmu. Mengapa kau
tanyakan soal itu?” kata si lelaki dengan marah.
“Saya cuma mau tahu. Tolong beritahu
saya, berapa rupiah ayah peroleh dalam satu jam?” si kecil memohon.
“Baiklah, kalau kau tetap ingin
mengetahuinya. Ayah mendapatkan Rp 20 ributiap jamnya.”
“Oh,” sahut si kecil, dengan kepala
menunduk. Tak lama kemudian ia mendongakkan kepala, dan berkata pada
ayahnya, “Yah, boleh aku pinjam uang Rp 10 ribu?”
Si ayah tambah marah, “Kalau kamu
tanya-tanya soal Itu hanya supaya dapat meminjam uang dari ayah agar
dapat jajan sembarangan atau membeli mainan, pergi sana ke kamarmu,
dan tidur. Sungguh keterlaluan. Ayah bekerja begitu keras berjam-jam
setiap hari, ayah tak punya waktu untuk perengek begitu.”
Si kecil pergi ke kamarnya dengan sedih
dan menutup pintu. Si ayah duduk dan merasa makin jengkel pada
pertanyaan anak lelakinya.
Betapa kurang ajarnya ia menanyakan hal
itu hanya untuk mendapatkan uang? Sekitar sejam kemudian, ketika
lelaki itu mulai tenang, ia berpikir barangkali ia terlalu keras pada
si anak. Barangkali ada keperluan yang penting hingga anaknya
memerlukan uang Rp 10 ribu darinya, toh ia tak sering-sering meminta
uang. Lelaki itu pun beranjak ke pintu kamar si kecil dan membukanya.
“Kau tertidur, Nak?” ia bertanya.
“Tidak, Yah, aku terjaga,” jawab si
anak.
“Setelah ayah pikir-pikir, barangkali
tadi ayah terlalu keras padamu,” kata si ayah. “Hari ini ayah
begitu repot dan sibuk, dan ayah melampiaskannya padamu. Ini uang Rp
10 ribu yang kau perlukan.”
Si bocah laki-laki itu duduk dengan
sumringah, tersenyum, dan berseru, “Oh, ayah, terima kasih.”
Lalu, sambil menguak bantal tempatnya
biasa tidur, si kecil mengambil beberapa lembar uang yang tampak
kumal dan lecek.
Melihat anaknya ternyata telah memiliki
uang, si ayah kembali naik pitam. Si kecil tampak menghitung-hitung
uangnya.
“Kalau kamu sudah punya uang sendiri,
kenapa minta lagi?” gerutu ayahnya.
“Karena uangku belum cukup, tapi
sekarang sudah.” jawab si kecil.
“Ayah, sekarang aku punya Rp 20 ribu.
Boleh aku membeli waktu ayah barang satu jam? Pulanglah satu jam
lebih awal besok, aku ingin makan malam bersamamu.”
Kadang kala hidup itu tidak sekedar memenuhi kepuasan diri sendiri saja, lihatlah lingkungan di sekitar anda, cari permasalahan yang ada, buatlah sebuah solusi yang optimal, lalu terapkan dengan masuk ke lingkungan tersebut, maka hidup akan menjadi lebih berarti, for all of us, as a human being…….
Ini adalah cerita seorang buta yang buta, begini ceritanya:
Boy adalah seorang cowo yg menjadi buta karena sebuah kecelakaan..
Sejak ia menjadi buta..ia merasa terasing dari lingkungannya.
Ia merasa tidak ada seorang pun yg memperhatikan atau menyayanginya.
Hingga kemudian hadirlah Girl dalam hidupnya. Girl sangat sayang dan perhatian pada Boy. Ia tidak pernah mempermasalahkan kebutaan Boy sebagai suatu kekurangan yg berarti. Ia sungguh-sungguh mencintai Boy dengan tulus.
Suatu hari berkatalah Boy kepada Girl
B : Girl…mengapa kamu begitu menyayangiku..?
G: hmmm..entahlah..aku tidak pernah tau alasan mengapa aku begitu menyayangimu..yg aku tahu..aku benar-benar tulus menyayangimu Boy..(tersenyum)
B : tapi..aku kan buta..apa yg bisa aku perbuat untukmu..? apa yg
bisa aku berikan buatmu..?
G : Boy..aku tidak mengharap apapun darimu..buatku..kamu bisa ceria
setiap hari dan menyayangiku dengan tulus itu sudah cukup..aku senang ketika kau merasa senang..
B : (terharu) belum pernah ada orang yg begitu menyayangi aku yg
buta seperti ini..
G : (menggenggam tangan Boy sambil tersenyum)
B : Girl..kalo sampai suatu saat nanti aku bisa melihat lagi..aku pasti akan menikahimu..karena hanya kamu satu-satunya orang yg dengan tulus menyayangiku…
G : benarkah..?
B : iya..aku janji..kalau suatu saat nanti aku bisa melihat, PASTI aku akan
menikahimu..
G : (terharu) terima kasih Boy..aku sangat menyayangimu…
B : (tersenyum) ya..aku tahu itu..aku juga sangat menyayangimu Girl..
Singkat cerita..Boy melakukan operasi cangkok mata dan berhasil..ia mampu
melihat lagi..
Ia pun tidak sabar untuk segera menemui Girl.. Pergilah ia mencari Girl..sampai ia berhasil menemukannya…
Namun…alangkah terkejutnya ia mengetahui bahwa ternyata Girl adalah
seorang gadis buta..Ia tidak bisa menerimanya..Ia pun menolak Girl..
Ia lupa akan semua janjinya…
G : Boy..bukankah kamu sudah berjanji akan menikah denganku..?
B : ummm….(bimbang) ya memang aku pernah berkata begitu..tapi tidak
dengan keadaanmu yg seperti ini..
G : Bagaimana mungkin kamu mengingkari janjimu sendiri..? bukankah kau
bilang hanya aku satu-satunya orang yg menyayangimu..?
B : eeeerr…maaf Girl..tapi aku tidak bisa menikah dengan gadis buta..maaf..
Boy pun pergi meninggalkan Girl..
Girl yang kecewa dan merasa dikhianati..memilih untuk bunuh diri..
Saat ia ditemukan meninggal..ada sepucuk surat disakunya..
“Dear Boy…
Memang tidak banyak yg bisa aku berikan padamu..tidak banyak yg bisa
aku lakukan untukmu…Namun..aku sungguh-sungguh tulus menyayangimu…Semoga kedua mataku itu bisa berguna bagimu..bisa membawakan terang dan keceriaan dalam hidupmu kembali..”
Kadang kala kita tidak boleh melihat sesuatu hanya dengan mata..melainkan
juga dengan hati kita..Mata itu bisa menipu..namun hati tidak..kata hati selalu merupakan kejujuran terdalam dalam hidup manusia..
Bila mata sudah tidak dapat lagi melihat, gunakanlah hati untuk melihat dan merasakan…




Recent Comments